Misbakhun : Dugaan Keterlibatan SBY dan Kasus Century Harus Diusut
Artikel itu sendiri berisi skandal pencurian uang di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Bank Century yang kini kembali mucul ke atas permukaan setelah media daring Asia Sentinel mengungkap adanya konspirasi pencurian uang negara hingga USD 12 miliar.
Misbakhun menegaskan bahwa tulisan di Asia Sentinel tidak sepenuhnya baru, karena sudah menjadi temuan oleh audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pansus Angket DPR 2009-2014.
Menurut Misbakhun kembali terkait pihak yang mengkaitkan kasus Century dengan dirinya, Misbakhun mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak terkait dengan kasus Century sesuai hasil putusan pada tingkat Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung.
“Saya bebas murni pada tahun 2012. Di putusan PK itu, sangat jelas dibatalkan semua putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Kasasi sehingga semua putusan yang menghukum saya di batalkan dan nama baik saya sudah direhabilitasi lewat putusan pengadilan tingkat PK tersebut,” ucap Misbakhun dalam keterangan yang diterima oleh tim AKURAT.CO, pada Kamis (13/9).
Pria kelahiran Pasuruan ini kembali menjelaskan, dalam kasus penahanannya oleh kepolisian dulu bukan karena kasus Bank Century.
“Silakan lihat dokumen surat perintah penahanan saya oleh penyidik Bareskrim Polri jelas tertulis bahwa penahanan saya ‘karena melawan SBY’. Jadi tidak ada kaitannya dengan dokumen fiktif yang dituduhkan,” ucapnya.
Menurut Politius partai Golkar ini, politik adalah ladang perjuangan untuknya. Sehingga, ia pun mendorong KPK agar mengusut tuntas kasus Century ini dan tidak berhenti hanya di kasus Budi Mulya saja.
“Dalang kasus Century ini harus diungkap tuntas karena semua dokumen (hasil audit investigasi BPK, audit perhitungan kerugian negara, laporan Pansus Hak Angket Century DPR RI, dan putusan kasus Budi Mulya) mengarah pada dugaan keterlibatan presiden SBY yang ternyata mengetahui proses bailout yang melanggar hukum tersebut,” tegas Misbakhun.
Disisi lain, Misbakhun mengaku konsisten mengkritik dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan SBY kala itu, mulai dari kasus bailout Bank Century, sampai ketika SBY sibuk mempromosikan AHY.
“Menurut pandangan saya kebijakan-kebijakan itu akan berimplikasi kepada rakyat Indonesia dan kepada negeri ini. Maka saya memberikan kritik, itu bagian dari dialektika demokrasi yang wajar,” pungkasnya.
Menurutnya, kerikil perjuangan politik, mungkin bukan masalah kasus century, bukan saya, atau mungkin bisa jadi mereka butuh panggung saja. Biarkan saja, lebih baik dan lebih mending saya memikirkan hal-hal lain yang lebih baik dan lebih produktif.
“Mereka tidak mau dibilang sebagai partai dan rezim bermasalah saja. Namanya memutarbalikkan fakta, mengingkari kenyataan,” tutupnya.
Jadi, saya tidak ada masalah dengan kasus century dan Pak SBY tetapi kalau memang mereka masih ada masalah itu kan berarti baper aja. Mereka kan hanya mau mengalihkan perhatian saja supaya tidak disorot, tidak disalahkan, atas kegagalan-kegagalan partai dan rezim dalam mengambil kebijakan selama ini.
Sumber : akurat.co
Komentar
Posting Komentar