Masyarakat Indonesia Diimbau Untuk Tidak Mudah Percaya Mengenai Pemberitaan Terkait Virus wuhan
| Sumber Gambar: Google.com |
Meluasnya penyebaran Virus Corona Jenis Baru membuat Pemerintah mengimbau agar masyarakat Indonesia yang berada di kota Wuhan agar tidak mudah percaya informasi yang belum akurat. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Cabang Wuhan Nur Musyafak dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (28/1/2020).
"Kalau rekan-rekan media ingin mengetahui kondisi terkini dapat menghubungi narahubung di Wuhan dan mengonfirmasi kebenaran berita demi menghindari informasi yang kurang akurat terkait kondisi Wuhan saat ini," kata Nur Musyafak.
Melansir dari laman Akurat, ia juga menyertakan nomor PPIT Wuhan di Whatsapp +6282238831045 dan +6282386487066. Ada juga nomor hotline PWNI-BHI Kementerian Luar Negeri Indonesia +6281290070027, KBRI Beijing (+8613811284504, +8613146453974, +8613552235327), dan KJRI Shanghai (+8613564406540).
Hingga Senin pukul 14.00 waktu setempat (13.00 WIB) terdapat 244 warga Indonesia yang sedang berada di Provinsi Hubei. Mereka semua juga tersebar di daerah Wuhan, Xianning, Huangshi, Jingzhou, Xianyang, dan Enshi.
PPIT Wuhan, ketua ranting, KBRI Beijing, dan PWNI-BHI Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya melakukan rapat koordinasi melalui fasilitas telekonferensi untuk membahas perkembangan mengenai kemungkinan penarikan mereka dari lokasi saat ini. Terkait pemenuhan kebutuhan logistik, KBRI Beijing mengirimkan dana melalui WechatPay ke akun ketua ranting masing-masing.
Pemerintah China mengerahkan ratusan personel kesehatan dari berbagai wilayah untuk membantu penanganan wabah tersebut serta mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Wuhan agar bisa digunakan pada 2 Februari 2020.
"Kami berterima kasih sudah ada yang mau menanyakan kabar situasi Wuhan bersama penghuninya, tapi jangan sampai ada berita dan isi yang berbeda dari beberapa media yang hanya ingin meningkatkan jumlah pembaca saja yang bikin kita sedih," kata Yuliannova Lestari Chaniago, mahasiswi Central China Normal University (CCNU) Wuhan di akun Instagramnya.
Sumber: Akurat.co
Komentar
Posting Komentar